<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d11664549\x26blogName\x3danother+try\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://bla3x.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://bla3x.blogspot.com/\x26vt\x3d3495200961887991375', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

another try

Wednesday, October 11, 2006

Pagi

Pagi ini saya bangun kepagian.

Jenewa masih diselimuti kabut tebal musim gugur. Lembab, dingin, tapi sangat segar. Dulu saya menyangka kalau embun itu tidak beraroma, tapi saya salah. Pagi ini saya kembali dimanjakan oleh aroma pagi kota. Wangi sejuk dicampur dengan semilir aroma bunga liar. Saya pun berjalan menuju kantor sambil tersenyum. Menikmati dingin dan memenuhi indera penciuman saya dengan semerbak keharuman alami yang melenakan.

Lapangan rumput yang dipenuhi dengan bunga liar di samping jendela kantor pun menyebarkan harum pagi yang tidak bisa tersaingi oleh bayfresh merek bunga apapun. Jendela terbuka lebar, saya siap menghadapi hari ini.

Ah...sungguh saya cinta kota ini.

2 Comments:

Post a Comment

<< Home